Perempuan selama ini diidentikkan dengan mereka yang hidup sebagai pelengkap. Peran perempuan kerap dianggap tidak penting, hal ini terbukti sejak peradaban Eropa menyebut bahwa perempuan adalah penyihir yang merupakan penyebab dari semua kesalahan, atau kemudian diterjemahkan dari bahasa Perancis menjadi femme fatale (perempuan mematikan). Pada saat itu hampir seluruh peradaban dunia menganggap bahwa perempuan adalah individu yang harus dijinakkan, karena ia adalah sumber dari segala masalah.

Dengan munculnya istilah dan julukan perempuan sebagai penyihir atau iblis, kemudian muncul dominasi dan eksploitasi terhadap perempuan. Karena dominasi tersebutlah akhirnya gerakan perempuan mulai meningkat utamanya di belahan bumi bagian barat. Pada saat itu…


Sepanjang hidupnya, perempuan kerap tersingkir dari peradaban. Pengandaian perempuan sebagai makhluk nomor dua sudah dimulai sejak peradaban ini hadir. Di Eropa, perempuan disebut sebagai penyihir dan menempatkannya dalam posisi yang selalu disalahkan. Cerita-cerita seperti adam-hawa pun turut menyumbang pemikiran bahwa perempuan membuat hidup menjadi lebih sulit. Karena dikotomi natur dan kultur, logika dan perasaan, peran perempuan dalam kehidupan kerap tidak setara dan adil. Perempuan hanya dijadikan pelengkap dan lebih baik tidak mengambil pekerjaan di ranah publik.

Pembagian peran tersebut dinilai tidak setara sebab hanya diputuskan sepihak dan karena kecenderungan perempuan yang menggunakan perasaan dianggap tidak berlogika/rasional. …


Pada hari-hari jenuh di tempat kerja, saya memilih pergi. Meski tak sepenuhnya merasa bahagia, tapi setidaknya ada sesuatu yang baru yang dapat saya rasakan. Saya pergi ke timur, di tempat dimana Bulan dianggap jatuh di sana. Pejeng, Gianyar. Desa yang indah sekali, buat saya menaruh hati yang lebih padanya.

Kejenuhan dan pergolakan hati yang tak bisa saya bendung. Lelah secara emosional dan segala yang di luar itu membawa saya ke sana. Tak jelas juga apa yang saya tuju di sana. Tapi saya bertemu dan menemukan banyak hal. Tempat, orang-orang, kebiasaan baru, rasa senang, melawan dan saling terkoneksi.

Pada satu hari…


Never have I wonder how it goes to be like this. Waking up in the morning and you see a lot of people in front of your face, doing everything as a team. No time to think about whats your favorite food you want to eat everyday. Living as a communal means all the emotion that you have is disappear because mostly it melts as well with the whole people you live with. Living as a communal means you need to listen to all people, maybe because of that you feel lost about yourself. …


Sepasang lampu sorot berwarna biru menyilaukan mata. Pada malam yang hangat itu, (syukurlah) Denpasar tidak turun hujan. Sehelai kain jaring berwarna putih terbentang di depan Jabe Pura Dalem Mutering Jagat, Kesiman. Orang-orang duduk di arena persegi empat yang berundak, tempat itu disebut sebagai Kalangan Tajen (arena sabung ayam).

Seekor kuda putih tampak mengais tanah di sisi selatan pura, gemercik air di sungai sebelah pura berpadu dengan pementasan malam itu. Prehistoric Soul Project menggelar sebuah pentas multimedia bertajuk “The Death Project, Kematian Adalah Bukti Abadi Kehidupan” pada Kamis, 5 November 2020.

Suasana yang begitu padat membuat fokus saya mengarah kemana-mana. Dalam…


Arundhati Roy adalah penulis kelahiran India yang cukup intens mengisi hidup saya setahun ke belakang. Namun, pengalaman pribadi tersebut hanya segelintir alasan mengapa saya (khususnya) perlu membicarakan Arundhati Roy beserta karyanya. Gagasan Roy mengenai pembelaan terhadap sungai di India, perempuan, serta masyarakat yang terpinggirkanlah yang membuat saya ingin mengulas karyanya. Ditambah latar belakang pengalaman perempuan dunia ketiga yang berangkat dari keinginan untuk bebas dari kolonialisasi membuat karyanya menjadi relevan untuk dibicarakan di Indonesia.

Karya-karyanya yang radikal mengenai India, perempuan, dan alam juga tertuang dalam novel berjudul The God of Small Things (Yang Maha Kecil). Novel yang berhasil meraih penghargaan Booker…


Secara umum alur cerita dari film dokumenter sexy killers memotret sisi lain kehidupan masyarakat Indonesia yang secara langsung berdampingan dengan industri tambang dan PLTU batubara. Film dokumenter ini mengambil latar di beberapa wilayah Indonesia seperti Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Palu dan Bali. Sexy killers menceritakan bagaimana listrik dihasilkan dan sampai ke rumah-rumah untuk menerangi kehidupan kita sehari-hari. Aktor-aktor dari berbagai kalangan muncul — kerusakan lingkungan, korban jiwa, serta berbagai dampak buruk lain juga diceritakan dalam film ini. Secara keseluruhan memang tidak banyak dampak positif yang dirasakan warga sekitar pertambangan.

Dok. youtube.com

Dampak positif yang didapatkan masyarakat sekitar pertambangan cenderung terbebani…


Dok. qureta.com

Mazhab pencerahan di Jerman dimulai dengan munculnya pemikiran-pemikiran kritis dari filsuf aliran Frankfurt. Mazhab atau aliran yang terkenal sekitar tahun 1960-an ini dikenal dengan teori kritis masyarakat. Jurgen Habermas merupakan filsuf yang pemikirannya sangat terkenal sepanjang 30 tahun ini, ia berasal dari jerman dan sangat gemar mempelajari filsafat, sejarah, psikologi dan sastra jerman. Pada tahun 1962, ia menjadi profesor di Heidelberg dan dua tahun kemudian menggantikan Adorno sebagai profesor untuk filsafat dan sosiologi di Frankfurt, ia dikenal sangat berpengaruh dalam teori kritis masyarakat setelah sebelumnya Adorno dan rekannya mengalami kebuntuan pada teori ini.

Habermas meninggalkan universitas pada tahun 1971. Namun…


Sejarah Ecofeminism dan Gerakan Chipko di India

Pada tahun 1972 isu tentang lingkungan hidup menjadi salah satu isu besar yang sangat mendunia, saat itu Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melangsungkan konferensi tentang isu lingkungan hidup sebagai salah satu agenda politik yang harus didukung. Isu lingkungan hidup ini juga sebelumnya sempat dipopulerkan oleh sebuah tulisan berjudul Silent Spring pada tahun 1962 yang ditulis oleh Rachel Carson. Tulisan ini ternyata menyadarkan begitu banyak orang di seluruh dunia. Pada buku tersebut, Carson menjelaskan perlakuan arogan manusia ketika mereka mengeksploitasi alam sebagai salah satu sumber daya yang tidak ada habisnya. …


Masa-masa sekolah menjadi pengalaman yang biasanya paling dirindukan oleh sebagian besar dari kita. Menginjak remaja kita mulai berkenalan pada banyak hal. Satu persatu masalah muncul dalam hidup, entah baik atau buruk. Seperti merasakan kecintaan terhadap sesuatu karena hormon yang mulai berubah. Romansa masa remaja mungkin menjadi salah satu hal yang tidak akan pernah selesai untuk dibicarakan.

Di tahun 2013, Mouly Surya menghadirkan cerita soal percintaan itu melalui film berjdudul What They Don’t Talk About When They Talk About Love (Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta). …

Ayu Pawitri

Menulis membuatku hidup.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store